Ada sisi menarik mengapa lautan itu dinamakan Laut Merah (Bahr Al Ahmar). Banyak cerita di masa lampau yang mengaitkan kondisi Laut Merah dengan warnanya.
Ada yang menyebutkan, lautan itu berwarna merah karena banyak darah dari binatang-binatang yang mati dan membusuk.
Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa lautan itu berwarna merah karena ada sebuah batu di dasar laut yang mengeluarkan cahaya berwarna kemerahan.
Pada abad ke-20, orang Eropa menyebut daerah tersebut dengan Teluk Arab. Sedangkan Herodotus dan Ptolemeus menyebutnya sebagai Arabicus Sinus. Air Laut Merah sendiri sebenarnya tidak beda dengan air laut yang lain.
Penjelasan-penjelasan ilmiah menyebutkan bahwa warna merah di permukaan muncul akibat Trichodesmium Erythraeum yang berkembang. Ada juga yang menjelaskan bahwa namanya berasal dari gunung kaya mineral di sekitarnya yang berwarna merah.
Bahkan, ada yang mengaitkan penamaan merah itu dengan peristiwa yang terjadi di Sungai Nil. Ketika Fir'aun mengklaim dirinya sebagai tuhan dan kaumnya menyembah berhala-berhala, termasuk Sungai Nil dan katak (kodok) yang dikeramatkan, Allaah lalu menghukum mereka atas kesesatan yang dilakukan.
Menurut para penafsir Perjanjian Lama, yang dimaksud dengan 'Darah' adalah perubahan Sungai Nil menjadi merah. Hal ini dijelaskan sebagai suatu perumpamaan bagi berubahnya Sungai Nil menjadi merah kental. Menurut sebuah penafsiran, yang mengakitbatkan warna merah adalah sejenis bakteri.
Sungai Nil adalah sumber kehidupan utama bagi bangsa Mesir. Kerusakan apapun yang terjadi pada sumber ini dapat berarti kematian bagi seluruh Mesir.
Jika bakteri telah menutupi seluruh permukaan seluruh Sungai Nil sampai mengubahnya berwarna merah, maka setiap mahkluk hidup yang menggunakan air tersebut akan terinfeksi oleh bakteri ini.
Penjelasan terbaru tentang penyebab merahnya warna air telah menunjuk Protozoa, Zooplanktom, ganggang (Fitoplankton), air asin atau tawar, dan Dinoflagelatta sebagai kemungkinan penyebab perubahan warna air.
Semua jenis ini, baik tumbuhan, jamur, maupun Protozoa, mengisap oksigen dari dalam air dan menghasilkan racun yang berbahaya, baik bagi ikan maupun katak.
Di masa Fir'aun, rangkaian bencana seperti ini tampaknya terjadi. Menurut skenario ini, ketika sungai Nil tercemar, ikan-ikan pun mati dan bangsa Mesir kehilangan salah satu sumber nutrisinya yang sangat penting.
Sungai Nil dan tanah yang berdekatan dengannya membusuk dan airnya berbahaya untuk diminum atau digunakan untuk mandi. Terlebih lagi, punahnya spesies katak menyebabkan berbagai jenis serangga berkembang biak secara besar-besaran.
Laut Merah muncul karena pemisahan Jazirah Arab dari benua Afrika yang dimulai sekitar 30 juta tahun yang lalu dan masih berlanjut hingga saat ini.
Kota-kota yang terdapat di pesisir Laut Merah antara lain Jeddah, Sharm El Sheikh, Pelabuhan Sudan, dan Eilat.
Adapun negara-negara yang berbatasan dengan Laut Merah adalah Mesir, Israel, dan Yordania di sebelah utara. Sudan dan Mesir di pesisir barat; Arab Saudi dan Yaman di pesisir timur; Somalia, Djibouti, dan Eritrea di pesisir selatan.
*Dirangkum dari berbagai sumber
=========
Find us:
Fp : FP Formalis Lipia
Twitter : @formalislipia
Instagram : @formalis_lipia
Blog : formalislipia.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar